Apa itu H-Beam?
Balok H berbentuk seperti H. Balok H merupakan balok struktur yang terbuat dari baja canai. Ini sangat kuat. Dinamakan demikian karena bentuknya seperti huruf H kapital pada penampang melintangnya.
Apa itu I-Beam?
Balok l berbentuk seperti I. Balok I terdiri dari dua bidang horizontal yang disebut flensa, dihubungkan oleh satu komponen vertikal, atau jaring. I-beam memiliki tepi yang meruncing dan mendapat namanya dari fakta bahwa bentuknya seperti amodal Ibila dilihat dari penampangnya. Dengan balok I, tinggi penampang lebih tinggi dari lebar sayapnya.


Perbedaan Antara I-Beam dan H-Beam
| I-Balok | H-Beam |
| I-Beams adalah balok baja yang dibuat dengan cara menggiling atau menggulung baja dalam bentuk I. Itu terbuat dari sepotong logam atau aluminium di seluruh unit. | H-Beams adalah balok baja yang terbuat dari baja canai berbentuk huruf "H." Mereka dibuat sebagai unit built-up. Flensa dilas ke badan untuk membentuk bagian H. Balok-H juga disebut balok bergelang lebar. |
| Jaringan balok I lebih tipis dibandingkan balok H. | Balok-H mempunyai ketebalan badan yang lebih besar dibandingkan dengan balok-I. Peningkatan ketebalan ini memberi kekuatan pada balok-H. |
| Flensa balok-I dibuat meruncing dengan kemiringan 1:10 untuk kapasitas menahan beban yang lebih baik. Ketebalannya kurang dari flensa balok-H. | Flensa balok-H mempunyai ketebalan yang sama dan sejajar satu sama lain. Mereka lebih panjang, lebih lebar, dan lebih berat daripada balok-I. |
| Penampang balok I biasanya memiliki tinggi lebih dalam dibandingkan lebarnya, sehingga memberikan ketahanan terhadap tekuk lokal. | Penampang melintang balok-H lebih optimal dibandingkan balok-I, sehingga menghasilkan rasio kekuatan terhadap berat yang masuk akal, yakni kekuatan yang lebih besar per satuan luas. Mereka memiliki luas permukaan yang lebih besar pada penampang, sehingga memiliki kekuatan yang tinggi. |
| Momen inersia balok I lebih kecil dibandingkan balok H, sehingga kurang efisien dalam menahan tekukan. | Flensa balok-H yang lebih lebar memperoleh momen inersia yang lebih besar dan kekakuan lateral yang tinggi. Oleh karena itu, balok ini mempunyai ketahanan lentur yang lebih baik dibandingkan balok I. |
| I-balok digunakan untuk bentang 33 hingga 100 kaki. | Balok-H digunakan untuk bentang hingga 330 kaki yang dapat dibangun untuk berbagai ukuran dan ketinggian. |
| I-beam lebih ringan dibandingkan dengan H-beam. | Balok H lebih berat dibandingkan balok I. |
| Balok-I menahan beban langsung dan tarik. Namun mereka tidak dapat menahan beban puntir karena penampangnya yang lebih kecil. | Bagian H-beam mampu menahan beban langsung dan beban tarik. Penampangnya yang lebar memungkinkannya menahan beban puntir. |
| Balok-I cocok untuk membuat rangka dan kolom penyangga pada elevator, trailer, jalur troli, kerekan, bangunan baja struktural, dan jembatan. | Balok-H digunakan sebagai kolom penahan beban untuk bangunan komersial, untuk platform, jembatan, dll. Balok bergelang lebar biasanya digunakan untuk proyek perumahan. |
Dibandingkan dengan balok I, balok H mempunyai sifat mekanik yang lebih baik sehingga dianggap sebagai pilihan konstruksi yang ekonomis. Umumnya balok I digunakan sebagai balok, dan balok H digunakan sebagai kolom penahan beban.
Tag populer: h-beam vs i-beam, produsen, pemasok, pabrik h-beam vs i-beam Cina


